Perhitungan Zakat Profesi

Cara Menghitung Zakat Profesi

Zakat profesi merupakan zakat yang dikeluarkan oleh seseorang dari penghasilan profesi atau pendapatan profesi bila telah mencapai nisab. Profesi tersebut misalnya adalah PNS, pegawai swasta, wiraswasta, dokter, notaris, artis, akuntan dan yang lainnya. Zakat tersebut nantinya akan dibagikan atau diberikan kepada yang berhak seperti kepada fakir dan miskin. Hingga saat ini masih ada perdebatan hingga saat ini karena tidak ada dasar atau dalil yang kuat. Akan tetapi karena tidak ada institusi resmi yang melarang maka zakat ini dianggap sah-sah saja.

Zakat profesi ini waktu pengeluarannya berdasarkan pada pendapat para ulama yaitu:

  • Menurut As-Syafi’i dan Ahmad yang berpendapat jika zakat ini sudah cukup setahun atau haul terhitung dari kekayaan yang diperoleh.
  • Menurut Abu Hanifah, Malik dan ulama Modern seperti Abdul Whab Khalaf dan Muh Abu Zahrah mensyaratkan haul namun terhitung dari awal dan akhir dari harta tersebut diperoleh lalu masa setahun tersebut, harta dijumlahkan dan jika sudah sampai nisab maka wajib untuk mengeluarkan zakat.
  • Yusuf Qardhawi yang merupakan salah satu ulama modern tidak mensyaratkan haul namun zakat tersebut dikeluarkan langsung saat mendapatkan harta tersebut.

Cara Menghitung Zakat Profesi

Nisab dari zakat pendapatan atas profesi merujuk pada nizab zakat tanaman dan buah sebesar 5 wasaq atau sebesar 653 kg gabah atau setara 524 kg beras. Jika beras tersebut diganti dengan uang sebesar Rp 4.000/kg, maka nizab zakat progesi adalah sebesar 524×4.000 yaitu sebesar Rp 2.096.000. Namun, ada juga yang merujuk dengan zakat perdagangan dengan masa pengeluarannya setahun sekali yaitu dengan nishab emas sebesar 85 gr dan kadarnya 2,5%. Ada lagi yang merujuk pada gabungan dari nizab zakat perdagangan dan pertanian yaitu dengan beras senilai 524 kg beras tanpa pengeluaran dan kadar 2,5%.

Sehingga, rumus dari perhitungan zakat profesi atau penghasilan adalah sebesar (jumlah dari penghasilan total – hutang/cicilan) x 2,5%. Sedangkan nisabnya adalah 524 x harga beras per kg. Untuk mempermudah perhitungan dari zakat tersebut terdapat contoh yang bisa Anda pahami. Misalnya, A memiliki penghasilan sebanyak Rp 20 juta per bulannya dengan periode gajian dimana A harus mengeluarkan pendapatannya sebesar Rp 8 juta untuk kebutuhan sehari-harinya dan untuk membayar cicilan kendaraan. Sedangkan harga beras saat itu per kilogram nya adalah sebesar Rp 10.000.

Perhitungannya adalah:

  • Nisab: 524 x harga beras = Rp 524 x Rp 10.000 = Rp 5,24 juta.
  • Zakat penghasilan yang harus dikeluarkan adalah:
    • (jumlah dari penghasilan total – hutang/cicilan) x 2,5%.
    • (20.000.000-8.000.000) x 2,5%.
    • 000.000 x 2,5%.
    • 000. Jadi zakat penghasilan yang harus dikeluarkan jika sudah mencapai nisabnya adalah sebesar Rp 300.000.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *